MP Bandar Lampung – Ketua DPW Kebudayaan Seni Tari Tjimande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir (KESTI TTKKDH) Provinsi Lampung, Sumarna, S.E., mengecam keras aksi premanisme berkedok pengamanan calon ketua umum (caketum) DPP HIPMI.
Kecaman itu disampaikan menyusul penghentian puluhan minibus pembawa massa diduga bayaran di Pelabuhan Bakauheni, pada Senin 8 Juni 2026.
Sumarna, S.E., selaku Ketua DPW KESTI TTKKDH Lampung, menyampaikan KESTI TTKKDH merupakan organisasi seni budaya pencak silat yang memiliki basis jawara di Lampung. Ia mengutuk dan mengecam masuknya aksi premanisme berkedok pengamanan salah satu caketum DPP HIPMI untuk Munas HIPMI XVIII di Bandar Lampung.
Menurut Sumarna, tindakan itu berpotensi menimbulkan gesekan dan anarki yang merugikan wilayah Lampung. Pernyataan kecaman disampaikan kepada Tim Media Panglima pada Senin malam, 8 Juni 2026.
Sementara penghentian minibus oleh pihak keamanan terjadi pada petang hari yang sama. Penghentian terjadi di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. Munas HIPMI XVIII sendiri direncanakan digelar 10–11 Juni 2026 di Hotel Novotel, Bandar Lampung.
“Kami tidak ingin ada orang luar Lampung yang datang lalu mengacak-ngacak wilayah kami, terus usai acara pergi,” ujar Sumarna.
Sumarna juga menegaskan Lampung memiliki marwah dan tidak butuh “jagoan impor”.
“Perlu diketahui, jangan membiasakan membawa para jagoan luar masuk ke wilayah Lampung, sebab di wilayah kita juga memiliki banyak para jawara dan pendekar,” ucapnya geram.
Berdasarkan informasi dari 'Bongkar Post', puluhan mobil minibus berplat Jakarta yang membawa massa diduga asal Ambon berhasil dicegat pihak keamanan sebelum masuk wilayah Lampung. Massa tersebut diduga akan mengamankan caketum DPP HIPMI, Ade Jona Prasetyo - Anggota DPR RI dari Partai Gerindra.
Di Bandar Lampung sendiri, spanduk dan billboard Ade Jona Prasetyo sudah bertaburan. Sementara situasi memanas juga terjadi saat debat caketum kedua di Bali, di mana tiga caketum lain, Reynaldo Bryan, Afi Kalla, dan Anthony Leong, melakukan walkout sebagai bentuk protes ditunjuknya Lampung sebagai lokasi Munas HIPMI XVIII. (*)
