ACEH BARAT, Media Panglima – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP, MP, optimistis pemulihan 40.852 hektare sawah rusak ringan dan sedang akibat bencana dapat diselesaikan sepanjang 2026. Dengan demikian, sebagian besar lahan tersebut diharapkan kembali dimanfaatkan petani pada musim tanam Oktober mendatang, terutama pada lokasi rusak ringan dan sepertiga rusak sedang.
Optimisme itu disampaikan Azanuddin di sela-sela pelaksanaan panen raya padi di Desa Padang Mancang, Kecamatan Kaway XVI, Selasa (22/9/2026). Azanuddin hadir mewakili Gubernur Aceh Muzakir Manaf. Kegiatan panen tersebut dilaksanakan bersama Bupati Aceh Barat Tarmizi, SP, MM, Pj Swasembada Pangan Aceh Dr. drh. Agus Susanto, Kepala BBRMP Aceh Firdaus, SP, M.Si, Forkopimda Aceh Barat, Kadis Pertanian Aceh Barat Rahmi Rukhyat, SP, MP, dan Geuchik Gampong Padang Mancang.
Ia menyebutkan, hingga 18 September 2026, serapan anggaran pemulihan sawah di Aceh telah mencapai 55,1 persen.
Azanuddin menjelaskan, program pemulihan sawah dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap I mencakup 23.818 hektare sawah rusak ringan melalui optimalisasi lahan (oplah) dan 4.393 hektare rusak sedang melalui rehabilitasi, dengan total 28.211 hektare. Untuk oplah, pelaksanaan konstruksi sudah mencapai sekitar 64 persen atau 12.440 hektare, kemudian olah lahan sekitar 37 persen atau 6.498 hektare. Sedangkan untuk rehab sawah Tahap I, konstruksi sudah 100 persen atau 4.393 hektare, dengan olah lahan sekitar 50 persen atau 2.223 hektare.
Tahap II mencakup 3.253 hektare oplah dan 9.388 hektare rehabilitasi, dengan total 12.641 hektare. Saat ini, dokumen rancangan teknis (DRT) Tahap II sedang disusun oleh Kementerian Pertanian dan sudah mendekati tahap akhir.
“Diharapkan pada awal dan pertengahan Oktober sudah selesai 100 persen, Insya Allah,” ujar Azanuddin.
Sementara itu, pembangunan infrastruktur pendukung juga menunjukkan perkembangan. Irigasi perpompaan telah mencapai 72,2 persen, irigasi perpipaan 88 persen, bangunan konservasi 71 persen, jaringan irigasi tersier serapan anggaran 100 persen, dan jalan usaha tani 65 persen. Secara keseluruhan, rata-rata serapan seluruh kegiatan pendukung sudah mencapai 79,3 persen.
“Sesuai arahan Bapak Gubernur agar rusak ringan dan rusak sedang dapat diselesaikan tahun ini, sehingga petani kita dapat cepat pulih kembali. Koordinasi harus terus diperkuat, sehingga setiap kendala yang muncul dapat segera dicarikan jalan keluarnya,” katanya.
Hal tersebut sejalan dengan salah satu misi Pemerintah Aceh untuk mewujudkan kemandirian rakyat melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi hijau, dan ekonomi biru yang berkelanjutan.
Azanuddin meminta dinas pertanian kabupaten/kota terus memacu pekerjaan sekaligus mendampingi kelompok tani penerima program.
“Kami yakin, Insya Allah dengan kolaborasi yang intens, kita dapat selesaikan pekerjaan ini tepat waktu,” pungkasnya.
Usai acara, Plt Kadistanbun dan Bupati beserta rombongan meninjau beberapa lokasi bekas terdampak rusak sedang di Desa Padang Mancang dan beberapa lokasi di Kecamatan Meurubo yang masuk kategori rusak ringan dan akan panen dalam beberapa minggu ke depan. (Saiful)
