Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tak Hanya di Meja, Plt Kadistanbun Aceh Turun ke Lumpur Sawah Aceh Jaya Tanam Padi Bersama Petani

Minggu, 27 September 2026 | Minggu, September 27, 2026 WIB Last Updated 2026-09-27T03:43:10Z


ACEH JAYA, Media Panglima – Komitmen Pemerintah Aceh dalam memperkuat sektor pangan kembali diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan. Bukan hanya berbicara tentang program dan kebijakan, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, S.P., M.P., turun langsung ke sawah bersama petani di Kabupaten Aceh Jaya.


Bersama Bupati Aceh Jaya Safwandi, S.Sos., M.A.P., Azanuddin Kurnia melakukan penanaman padi di Desa Gampong Harapan, Kecamatan Panga, Sabtu (26/9/2026).


Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Aceh Ir. Firdaus, S.P., M.Si., Kepala Dinas Pertanian Aceh Jaya drh. Dailami, unsur BPS, serta Muspika Kecamatan Panga.


Penanaman padi ini menjadi bagian dari penerapan Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PMAAS) yang dikembangkan Kementerian Pertanian. Pendekatan tersebut diarahkan untuk mendorong peningkatan produksi, efisiensi budidaya, serta pemanfaatan teknologi dalam kegiatan usaha tani.


Azanuddin Kurnia menegaskan bahwa modernisasi pertanian harus mampu memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh petani.


Menurutnya, penggunaan teknologi dan penerapan pola budidaya yang tepat diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian atas dukungan terhadap pembangunan pertanian di Aceh, termasuk dalam upaya pemulihan lahan sawah yang terdampak bencana.


“Penguatan sektor pangan harus dilakukan secara bersama-sama. Pemerintah, petani, penyuluh, dan seluruh pemangku kepentingan harus bergerak dalam satu langkah untuk menjaga produksi pangan Aceh,” demikian inti pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.


Azanuddin menjelaskan, dampak bencana sebelumnya turut memengaruhi kondisi lahan pertanian di Aceh. Sekitar 57.364 hektare sawah tercatat mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda-beda.


Pemulihan dilakukan secara bertahap, terutama terhadap lahan yang mengalami kerusakan ringan dan sedang. Sementara untuk sawah dengan kerusakan berat, penanganannya direncanakan secara bertahap, termasuk pada 2027.


Di sisi lain, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Aceh, Ir. Firdaus, menjelaskan PMAAS menggabungkan teknologi modern dengan praktik budidaya yang sesuai dengan kondisi petani di lapangan.


Salah satu penerapannya adalah sistem Tanam Benih Langsung (Tabela) menggunakan drum seeder atau direct seeder. Teknologi tersebut memungkinkan proses tanam dilakukan secara lebih efisien dengan mengurangi tahapan persemaian dan pindah tanam.


Program PMAAS di Aceh mencakup sekitar 34.500 hektare, sementara untuk Kabupaten Aceh Jaya mencapai sekitar 318 hektare.


Selain teknologi tanam, program tersebut juga mendorong pola tanam yang lebih teratur dan penggunaan pupuk berimbang. Dukungan kebutuhan pupuk juga disiapkan untuk menunjang pelaksanaan program.


Firdaus menyebut, dengan penerapan teknologi dan tata kelola budidaya yang tepat, produktivitas berpotensi mencapai hingga 10 ton per hektare setiap musim tanam.


Bupati Aceh Jaya Safwandi menyambut positif dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian. Ia mengajak masyarakat untuk menjaga lahan sawah yang ada dan tidak mudah mengalihfungsikannya.


Safwandi juga mendorong petani untuk memanfaatkan pendampingan dari penyuluh serta mengikuti perkembangan teknologi pertanian agar hasil produksi semakin optimal.


Sementara itu, Kadis Pertanian Aceh Jaya drh. Dailami mengatakan pihaknya akan kembali melakukan penanaman pada sejumlah lahan cetak sawah yang telah siap digunakan.


Kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, penyuluh, dan petani diharapkan menjadi kekuatan dalam mempercepat transformasi pertanian Aceh Jaya menuju sistem budidaya yang lebih modern, produktif, dan efisien. (Saiful) 

×
Berita Terbaru Update