Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Hari Damai Aceh XXI, Gubernur Beri Penghargaan kepada Plt. Kadistanbun atas Kontribusi Pemulihan Pertanian Aceh

Senin, 17 Agustus 2026 | Senin, Agustus 17, 2026 WIB Last Updated 2026-08-17T01:20:43Z


ACEH, Media Panglima — Semangat perdamaian Aceh terus diwujudkan melalui kerja nyata untuk membangun dan memulihkan kehidupan masyarakat. Pada momentum Hari Damai Aceh XXI, Pemerintah Aceh memberikan penghargaan kepada Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP, MP, atas kontribusinya dalam mendukung pembangunan dan pemulihan sektor pertanian serta perkebunan Aceh.


Penghargaan tersebut diberikan oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf melalui Kepala Badan Reintegrasi Aceh (BRA), Jamaluddin, SH, M.Kn, dalam acara peringatan Hari Damai Aceh XXI yang berlangsung di Gedung Balai Meuseuraya Aceh, Sabtu (15/8/2026).


Peringatan Hari Damai Aceh tahun ini mengusung tema “Dignity, Justice, and Hope” — Martabat, Keadilan, dan Harapan. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa perdamaian merupakan fondasi penting bagi Aceh untuk terus bergerak maju, mempercepat pembangunan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Penghargaan diberikan kepada sejumlah tokoh dan pihak yang dinilai memiliki kontribusi dalam menjaga perdamaian, mendukung proses reintegrasi, serta membantu pembangunan dan pemulihan Aceh secara damai, menyeluruh, berkelanjutan, dan bermartabat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Perdamaian Harus Diterjemahkan dalam Kerja Nyata


Pemerintah Aceh mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan merawat perdamaian. Dengan kondisi yang aman dan damai, pembangunan dapat dilaksanakan secara lebih optimal dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.


Semangat tersebut juga tercermin dalam upaya pemulihan sektor pertanian Aceh yang saat ini menghadapi dampak besar akibat bencana hidrometeorologi.


Berdasarkan data yang disampaikan Pemerintah Aceh, sekitar 57.485 hektare lahan sawah terdampak bencana, terdiri dari 27.437 hektare rusak ringan, 13.651 hektare rusak sedang, 16.276 hektare rusak berat, serta sekitar 120 hektare sawah hilang.


Untuk lahan sawah yang mengalami kerusakan ringan dan sedang, sekitar 40.852 hektare telah dan sedang mendapatkan penanganan melalui program optimasi lahan dan rehabilitasi yang dilaksanakan Kementerian Pertanian bersama Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh serta dinas pertanian kabupaten/kota terdampak.


Sementara untuk sawah yang mengalami kerusakan berat, Azanuddin Kurnia turut mendorong strategi pemulihan yang inovatif dan sesuai dengan kondisi lapangan.


Setidaknya terdapat empat pendekatan yang ditawarkan, yakni pemanfaatan material lumpur sebagai bahan galian untuk berbagai kebutuhan pembangunan, penanaman komoditas tanaman muda yang sesuai dengan kondisi lahan, pemanfaatan material menjadi bahan baku bata ringan atau bata merah, serta rehabilitasi sawah untuk mengembalikan fungsi lahan seperti sebelum bencana.


Strategi tersebut sebelumnya disampaikan Azanuddin dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Sawah Terdampak Rusak Berat yang dilaksanakan Satgas PRR pada Kamis, 6 Agustus 2026 secara daring.


Pemulihan Tidak Hanya Sawah


Upaya pemulihan juga dilakukan terhadap sektor perkebunan. Kementerian Pertanian telah mengalokasikan program pemulihan sekitar 40.418 hektare lahan perkebunan terdampak, meliputi kopi 30.039 hektare, kakao 9.034 hektare, kelapa 830 hektare, dan karet 495 hektare.


Selain itu, dukungan pemerintah juga mencakup bantuan benih padi dan jagung serta ribuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) untuk mempercepat pemulihan aktivitas pertanian masyarakat.


Azanuddin: Penghargaan Ini untuk Kita Semua


Azanuddin Kurnia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan Pemerintah Aceh. Ia mengaku terkejut karena tidak menyangka mendapat apresiasi tersebut.


“Terima kasih kepada Bapak Gubernur atas penghargaan yang diberikan pada Hari Damai ini. Kami terkejut dan tidak menyangka mendapatkannya,” ujar Azanuddin.


Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Wakil Gubernur, Sekda Aceh, BRA, jajaran Distanbun Aceh, Kementerian Pertanian, Menteri Pertanian beserta para Dirjen terkait, dinas pertanian kabupaten/kota, serta seluruh petani dan pekebun yang terus menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.


“Penghargaan ini adalah untuk kita semua, sebagai penyemangat untuk terus berbuat lebih baik, terutama dalam proses pemulihan Aceh pascabencana pada sektor pertanian dan perkebunan,” katanya.


Penghargaan pada Hari Damai Aceh XXI tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi penyemangat untuk memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Aceh, pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, para peneliti, petani, pekebun, dan seluruh pemangku kepentingan.


Dari perdamaian, lahir harapan. Dari kerja bersama, Aceh bangkit dan pulih.

×
Berita Terbaru Update