Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Jalan 1.000 Lubang, Warga Dente Teladas Jalan Kaki ke Istana Mengadu ke Presiden Prabowo

Senin, 15 Juni 2026 | Senin, Juni 15, 2026 WIB Last Updated 2026-06-15T02:26:44Z


MP Lampung - Dengan bendera Merah Putih di tangan dan poster aspirasi di dada, seorang warga Desa Pasiran Jaya, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, nekat berjalan kaki jauh-jauh menuju Istana Negara, Jakarta. Senin, (15/6/2026). 


Aksi itu ia lakukan untuk mengadu langsung kepada Presiden Prabowo Subianto terkait kondisi jalan kabupaten di desanya yang rusak parah dan membahayakan anak sekolah.


Dalam video pernyataan yang beredar pada malam hari, warga tersebut menyampaikan salam kepada masyarakat Sumatera Lampung. Ia menegaskan datang jauh-jauh dari Lampung dengan niat memohon perhatian Presiden Prabowo sebagai "rakyat kecil".


"Kami akan memohon kepada Bapak Prabowo Subianto untuk berkenan menerima kami sebagai rakyat kecil. Kami akan mengadu bahwa kondisi jalan pemerintahan di desa kami Desa Pasiran Jaya Kecamatan Dente Teladas yang selama ini sangat menyulit untuk anak-anak sekolah," ujarnya.


Warga itu menjelaskan, jalan kabupaten di desanya selama ini penuh gelombang, lubang, lumpur, dan air. Kondisi tersebut membuat anak-anak, yang ia sebut sebagai "anak-anak bangsa, anak-anak generasi penerus", selalu kesulitan melintas. 


"Anak-anak kami sering terlambat sekolah, bahkan seragamnya sering kali kotor karena jatuh karena jalannya licin," katanya dengan nada prihatin.


Ia juga membawa kepercayaan dari saudara-saudara di Kecamatan dan Kabupaten Tulang Bawang. Menurutnya, jalan pemerintahan di wilayahnya selama ini "selalu tertinggal dalam pembangunan". Karena itu ia mewakili jeritan masyarakat untuk meminta perbaikan jalan.


"Kami jauh-jauh dari Lampung. Kami mau menghadap kepada Bapak Presiden yang ada di republik Indonesia. Kami akan memohon minta diperbaiki jalan kami jalan kabupaten yang ada di Desa Pasiran Jaya," tegasnya.


Pernyataan ditutup dengan doa dan salam. Aksi "jalan kaki ke Istana" ini menjadi potret nyata betapa kondisi infrastruktur di pelosok Lampung masih memaksa warganya menempuh cara ekstrem demi mendapatkan hak dasar: jalan layak untuk anak bangsa.

×
Berita Terbaru Update