LAMPUNG, Media Panglima – Menanggapi komentar di grup WhatsApp yang sempat menyebut pemberitaan Media Panglima sebagai "hoaks", Anedi Gustam menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf secara terbuka kepada Redaksi Media Panglima.
Klarifikasi ini terkait komentar yang muncul di dalam Grup WhatsApp Info Lampung Terkini pada Sabtu (3/10/2026), saat Pimpinan Redaksi Media Panglima, Kodari, S.E., membagikan tautan berita berjudul "Pengadaan Swakelola Miliaran Rupiah di Bidang Jembatan Dinas BMBK Lampung Jadi Sorotan" yang terbit pada 3 Oktober 2026.
Dalam percakapan di grup tersebut, muncul pernyataan dari Anedi Gustam yang menyebut pemberitaan tersebut sebagai "hoaks". Pernyataan tersebut kemudian menjadi perhatian dan sempat dimaknai sebagai bentuk pelabelan negatif terhadap karya jurnalistik.
Melalui pernyataan klarifikasinya, Anedi Gustam menegaskan bahwa ucapan tersebut tidak bermaksud merendahkan, melecehkan, ataupun menyerang kehormatan profesi jurnalis, melainkan hanya candaan spontan dalam konteks obrolan grup yang tidak dipikirkan dampaknya.
"Saya Anedi Gustam, mengklarifikasi bahwa komentar saya menyebut berita itu 'hoaks' di Grup WhatsApp Info Lampung Terkini pada Sabtu, 3 Oktober 2026, murni candaan dan tidak ada niat untuk merendahkan karya jurnalistik Media Panglima," ujar Anedi. Rabu (07/10/2026)
Ia juga menyampaikan penghargaan dan penghormatan terhadap kinerja pers, khususnya Media Panglima yang selama ini konsisten menjalankan fungsi kontrol sosial sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
"Saya menyadari sepenuhnya bahwa karya jurnalistik dilindungi undang-undang dan memiliki mekanisme penyelesaian sengketa melalui Hak Jawab, Hak Koreksi, maupun Dewan Pers. Saya tidak bermaksud melakukan pelabelan sepihak," tambahnya.
Atas kekeliruan tersebut, Anedi Gustam menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Pimpinan Redaksi Media Panglima, Kodari, S.E., beserta seluruh jajaran redaksi, serta kepada anggota Grup WhatsApp Info Lampung Terkini.
Ia berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan, dengan semangat saling menghormati dan menjaga kondusivitas ruang diskusi digital.
Pihak Redaksi Media Panglima menyambut klarifikasi dan itikad baik tersebut sebagai bagian dari komitmen bersama untuk menjaga etika komunikasi di ruang publik dan menghormati kemerdekaan pers. (Red)
