Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

DPRD Tubaba Gelar Paripurna, Bupati Serahkan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Raih WTP Ke-15

Selasa, 23 Juni 2026 | Selasa, Juni 23, 2026 WIB Last Updated 2026-06-24T04:01:14Z


TULANG BAWANG BARAT, Media Panglima - DPRD Kabupaten Tulang Bawang Barat menggelar Rapat Paripurna Pembicaraan Tingkat I atas Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025 di Ruang Rapat Paripurna, Senin 22 Juni 2026.


Dalam rapat tersebut, Bupati Tulang Bawang Barat Ir. Novriwan Jaya, S.P., menyerahkan Raperda sekaligus Laporan Keuangan Pemerintah Daerah yang telah diaudit Badan Pemeriksa Keuangan RI Perwakilan Lampung dan kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian untuk ke-15 kalinya. 


"Keberhasilan mempertahankan opini WTP ini merupakan hasil kerja keras seluruh perangkat daerah serta dukungan DPRD sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan," ujar Bupati Novriwan.


Rapat dipimpin Ketua DPRD Busroni, S.H., didampingi Wakil Ketua I Ponco Nugroho, S.T., dan Wakil Ketua II S. Joko Kuncoro, S.I.Kom serta hadir pula Forkopimda, Kepala OPD, dan Camat se-Tubaba.


Busroni membacakan urutan 7 fraksi yang menyampaikan pandangan umum terhadap Raperda tersebut. Fraksi Partai Demokrat melalui Juru Bicara Arif Nurohman, S.P., menyatakan dapat menerima dan menyetujui Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tubaba Tahun Anggaran 2025.


Fraksi mengapresiasi upaya perangkat daerah mengoptimalkan penerimaan daerah, namun menyoroti masih adanya selisih signifikan antara target dan realisasi pendapatan.


"Kami juga menekankan agar setiap belanja daerah benar-benar memberikan manfaat yang dirasakan masyarakat, khususnya dalam sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pertanian, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pelayanan publik," ungkap Arif Nurohman.


Fraksi meminta penjelasan Pemerintah Daerah mengenai faktor-faktor yang menyebabkan deviasi agar pengelolaan fiskal berkelanjutan.



Menanggapi masukan fraksi, Bupati Novriwan menegaskan komitmen Pemkab Tubaba meningkatkan Pendapatan Asli Daerah melalui intensifikasi, ekstensifikasi, dan digitalisasi sistem retribusi. Evaluasi program dengan daya serap rendah juga akan terus dilakukan agar anggaran lebih efektif.


Berdasarkan LKPD yang diaudit, realisasi APBD 2025 menunjukkan kinerja baik. Pendapatan daerah ditarget Rp933,23 miliar dengan realisasi Rp858,25 miliar atau 91,96 persen. Belanja dianggarkan Rp946,80 miliar terealisasi Rp864,18 miliar atau 91,27 persen. Pembiayaan terealisasi Rp13,89 miliar atau 102,33 persen. Dari perhitungan itu, Tubaba mencatatkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran sebesar Rp7,95 miliar dari efisiensi belanja.


Bupati juga memaparkan capaian pembangunan 2021-2025. Peningkatan infrastruktur mendorong pertumbuhan ekonomi, menurunkan angka kemiskinan dari 20,35 ribu jiwa menjadi 19,04 ribu jiwa, serta meningkatkan IPM menjadi 70,61 pada 2025. Pemkab mendorong hilirisasi sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan berbasis komoditas unggulan karet, singkong, dan kelapa sawit.


Di bidang kesehatan, Program Tubaba Q Sehat diperkuat melalui perbaikan pengadaan obat dan alat kesehatan agar layanan gratis di sembilan kecamatan berjalan optimal. Pemerintah memastikan tidak ada penolakan pasien darurat dari keluarga kurang mampu akibat administrasi BPJS. Validasi data kepesertaan BPJS juga dilakukan bersama Dinkes, Dinsos, dan BPJS Kesehatan.


Menutup penyampaiannya, Bupati berharap sinergi Pemerintah Kabupaten dan DPRD terus dipertahankan.


"Semoga seluruh ikhtiar pembangunan yang kita lakukan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta membawa Kabupaten Tulang Bawang Barat menjadi daerah yang semakin maju dan berdaya saing," pungkasnya.


×
Berita Terbaru Update