MP Bandar Lampung - Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dimaknai Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Lampung, Lesty Putri Utami, bukan sekadar perayaan simbolik, melainkan sebagai titik evaluasi arah demokrasi di Indonesia, khususnya di daerah.
Menurut Lesty, pers memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi. Pers yang sehat, kata dia, adalah pers yang berani menguji kekuasaan, kritis terhadap kebijakan publik, serta konsisten berdiri di sisi kepentingan rakyat.
“HPN seharusnya menjadi momentum refleksi bersama. Pers tidak boleh berhenti pada seremoni, tetapi harus terus menjalankan fungsi kontrol sosial secara objektif dan bertanggung jawab,” ujar Lesty di Bandarlampung, dalam keterangannya memperingati HPN 2026.
Ia menegaskan, di tengah derasnya arus informasi digital dan tantangan disinformasi, peran pers profesional semakin dibutuhkan. Media massa dituntut tetap menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, menjaga independensi, serta menyajikan informasi yang akurat dan berimbang.
Lesty juga menilai sinergi yang sehat antara pers, pemerintah, dan lembaga legislatif penting untuk mendorong tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa sinergi tersebut tidak boleh menghilangkan daya kritis pers.
“Pers harus tetap kritis. Kritik yang konstruktif justru menjadi fondasi penting dalam membangun kebijakan yang berpihak kepada rakyat,” tegasnya.
Sebagai pimpinan fraksi di DPRD Lampung, Lesty Putri Utami menyatakan komitmennya untuk terus membuka ruang dialog dengan insan pers serta menghormati kebebasan pers sebagai salah satu pilar utama demokrasi. (*)