Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Cocoa Agroforestry Berkelanjutan Jadi Strategi Pemkab Lampung Timur Jaga Hutan dan Ekonomi Warga

Rabu, 04 Februari 2026 | Rabu, Februari 04, 2026 WIB Last Updated 2026-02-04T09:56:34Z


MP Lampung Timur - Pemerintah Kabupaten Lampung Timur terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan hutan melalui pengembangan Cocoa Agroforestry Berkelanjutan. 


Program ini dinilai menjadi solusi strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.


Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Diskusi Program Cocoa Agroforestry Berkelanjutan yang digelar di Kelompok Tani Hutan (KTH) 5 Desa Sidomulyo, Kecamatan Way Jepara. 


Diskusi ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pimpinan PT Olam Indonesia/OFI Abdillah beserta jajaran, tim Palladium dan Partnering for Forests (P4F), perwakilan UK Foreign, Commonwealth and Development Office (FCDO), mitra internasional, hingga kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur.


Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh mitra yang telah mempercayakan Lampung Timur sebagai lokasi pengembangan program agroforestry kakao berkelanjutan.


“Ini merupakan sebuah kehormatan dan kepercayaan yang sangat berharga bagi kami, khususnya bagi masyarakat pengelola perhutanan sosial di Kecamatan Way Jepara dan sekitarnya,” ujar Ela.


Menurutnya, Lampung Timur memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan. 


Namun, di sisi lain, daerah ini juga menghadapi tantangan serius berupa tekanan kawasan hutan, degradasi lahan, serta dampak perubahan iklim yang berpengaruh langsung terhadap kehidupan masyarakat sekitar hutan.


Ela menilai, penerapan perhutanan sosial dan agroforestry merupakan langkah tepat untuk menjawab tantangan tersebut. 


Melalui pendekatan ini, masyarakat tidak hanya dilibatkan sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai pelaku utama dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan.


“Agroforestry kakao bukan sekadar sistem budidaya. Ini adalah pendekatan terpadu yang mampu merehabilitasi hutan, menjaga keanekaragaman hayati, mengurangi risiko perubahan iklim, sekaligus memberikan pendapatan berkelanjutan bagi petani,” jelasnya.


Program Cocoa Agroforestry Berkelanjutan, lanjut Ela, sejalan dengan visi pembangunan Lampung Timur yang berkelanjutan, berdaya saing, dan berkeadilan.


Melalui praktik agroforestry yang baik, kakao diharapkan dapat menjadi komoditas unggulan ramah lingkungan dengan nilai ekonomi tinggi serta membuka akses pasar global bagi petani lokal.


Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam menyukseskan program tersebut, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga donor, mitra internasional, hingga kelompok tani hutan. 


Ia mengapresiasi pendekatan yang dilakukan PT Olam Indonesia, Palladium, dan P4F yang tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga pendampingan masyarakat, penguatan kelembagaan KTH, serta peningkatan kapasitas petani.


“Pemerintah Kabupaten Lampung Timur berkomitmen penuh mendukung program ini melalui kebijakan, sinergi lintas OPD, dan fasilitasi yang dibutuhkan agar program berjalan optimal dan berkelanjutan,” tegasnya.


Melalui diskusi tersebut, Bupati berharap terbangun kesamaan pemahaman terkait arah dan tujuan program, tersusun langkah-langkah konkret yang dapat segera diterapkan di lapangan, serta terjalin kemitraan jangka panjang yang adil dan saling menguntungkan.


Diketahui PT Olam Indonesia bersama P4F (program internasional yang didanai Pemerintah Inggris melalui UKAid), memiliki sejumlah program yang berfokus pada perlindungan hutan tropis dan penggunaan lahan berkelanjutan. Program tersebut antara lain diarahkan pada peningkatan kapasitas petani serta penguatan kelembagaan Kelompok Tani Hutan (KTH) di sekitar kawasan hutan.


Nantinya pada hilirisasi kakao, yakni upaya mengolah hasil panen kakao menjadi produk bernilai tambah di dalam negeri. PT Olam memberikan respons positif terhadap kualitas tanaman kakao yang dikembangkan petani di Lampung Timur. 


Ella juga mendorong KTH Sidomulyo dan kelompok perhutanan sosial lainnya untuk menjadi contoh praktik baik pengelolaan agroforestry kakao di Lampung Timur, bahkan di tingkat Provinsi Lampung. 


Kepada para petani, Bupati Ela berpesan agar kesempatan ini dimanfaatkan sebaik mungkin untuk belajar, berdiskusi, dan berinovasi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. 

×
Berita Terbaru Update