Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tanggul Amblas Kampung Badak Berduka: Rumah Hanyut Ratusan Hektar Sawah dan Tambak Porak-poranda

Jumat, 30 Oktober 2026 | Jumat, Oktober 30, 2026 WIB Last Updated 2026-10-30T02:41:00Z


GAYO LUES, Media Panglima – Bencana banjir melanda Kampung Badak dan Kampung Rerebe, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, pada Rabu (28/10/2026). Amblasnya tanggul memicu terjangan banjir yang menghanyutkan sejumlah rumah warga serta merendam ratusan rumah lainnya dengan air, lumpur, pasir, dan material kayu.


Bencana tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada permukiman warga, lahan pertanian, dan tambak masyarakat. Ratusan hektare persawahan tertimbun lumpur dan pasir, sementara puluhan hektare tambak mengalami kerusakan serius, termasuk tambak Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Benteng Kelulu di Kampung Badak.


Wilayah terdampak meliputi kawasan Kuala Tripa, Sungai Woyla Batee, serta Daerah Irigasi Badak Aih Pangur. Kerusakan ini menjadi pukulan berat bagi masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian dan perikanan.


Ketua AMPEHRA Gayo Lues sekaligus Anggota Tim TKPSDA WS Woyla Batee, Syamsul Bahri, mendesak kementerian terkait dan pihak Balai Sungai agar segera mengambil langkah konkret untuk menangani kerusakan tanggul serta melakukan pembenahan menyeluruh di kawasan hulu.


Menurut Syamsul Bahri, penanganan bencana tidak boleh hanya berfokus pada kondisi setelah banjir terjadi. Upaya pencegahan, evaluasi kondisi sungai, dan perbaikan infrastruktur pengendali banjir di wilayah hulu harus menjadi perhatian serius guna mengurangi risiko bencana serupa.


“Kami berharap kementerian terkait dan pihak Balai Sungai benar-benar memperhatikan kondisi di wilayah hulu. Masyarakat membutuhkan penanganan serius, bukan hanya setelah bencana terjadi, tetapi juga melalui upaya pencegahan dan pembenahan yang berkelanjutan,” tegas Syamsul Bahri.


Ia juga meminta pemerintah provinsi dan pemerintah pusat segera berkoordinasi dalam penanganan darurat, pembangunan kembali rumah warga yang hanyut, serta pemulihan persawahan dan tambak yang rusak akibat terjangan banjir.


“Musibah ini bukan hanya merusak rumah dan lahan masyarakat, tetapi juga menghancurkan sumber kehidupan mereka. Kami berharap pemerintah segera turun tangan, memberikan kepastian hunian yang aman bagi warga yang kehilangan rumah, serta memulihkan persawahan dan tambak agar masyarakat dapat kembali bangkit,” ujarnya.


Saat meninjau langsung lokasi bencana, Syamsul Bahri didampingi mantan Sekretaris Desa Kampung Badak, Aman Sukri, serta anggota DPRK Gayo Lues dari Fraksi Partai Demokrat, Hasanuddin. Mereka melihat secara langsung kondisi masyarakat dan kerusakan yang ditimbulkan akibat amblasnya tanggul.


Syamsul Bahri menegaskan, pemulihan pascabencana harus dilaksanakan secara terencana dan menyeluruh. Selain bantuan darurat bagi warga terdampak, diperlukan rehabilitasi dan rekonstruksi untuk menjamin keamanan permukiman serta mengembalikan produktivitas lahan pertanian dan tambak masyarakat.


Kini, masyarakat Kampung Badak dan Kampung Rerebe menanti langkah nyata pemerintah. Perbaikan tanggul, pembenahan kawasan hulu, serta pemulihan rumah dan sumber penghidupan warga menjadi kebutuhan mendesak agar masyarakat dapat bangkit kembali setelah bencana. (R-7)

×
Berita Terbaru Update