Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Proyek Jalan Rp1,1 Miliar Minim Pengawasan, Kepala Tiyuh Bandar Dewa: Kerjakan Sebaik Mungkin Agar Awet

Minggu, 25 Oktober 2026 | Minggu, Oktober 25, 2026 WIB Last Updated 2026-10-26T14:49:13Z


TULANG BAWANG BARAT, Media Panglima - Pekerjaan Rekonstruksi Jalan Sp. Panaragan - Bandar Dewa - Menggala Mas (099), Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat, menuai sorotan tajam.


Pasalnya, proyek milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulang Bawang Barat tersebut diduga mengabaikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan minim pengawasan.


Berdasarkan papan proyek yang terpasang di lokasi, proyek ini masuk dalam Kegiatan Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota, Sub Kegiatan Rekonstruksi Jalan, Nomor Paket 12, dengan Nilai Kontrak sebesar Rp1.127.975.000,00, bersumber dari APBD 2026, dengan Waktu Pelaksanaan 90 (Sembilan Puluh) Hari Kalender, dan dikerjakan oleh CV. ELANG PUTRA CAKRA BUANA.


Pengawas tukang di lapangan, Romli, saat dikonfirmasi pada Jumat (23/10/2026) menjelaskan bahwa pekerjaan hotmix tersebut kurang lebih sepanjang 700 meter.


"Untuk hotmix kurang lebih 700 meter, masa pekerjaan 90 hari kalender," ujar Romli.


Namun, pantauan awak media di lokasi menunjukkan kondisi jalan masih berupa tanah dan bebatuan, dengan tumpukan material agregat di tengah jalan dan belum dilakukan penghamparan hotmix.


Pekerja Tanpa APD Lengkap, Hanya Rompi Bekas


Saat awak media menemui para pekerja tabur aspal untuk menanyakan perihal atribut keselamatan (K3), terungkap fakta bahwa para pekerja tidak diberikan perlengkapan yang lengkap.


"Kami tidak dikasih atribut (K3) yang lengkap bang, yang ada cuma rompi, itu pun rompi bekas kami pakai kerja di Tunas Asri. Sepatu, helm, dan kaos tangan itu penting, tapi kami tidak diberi, kami bawa sendiri bang," ungkap salah satu pekerja kepada awak media.


Pantauan di lokasi membenarkan pernyataan tersebut. Para pekerja terlihat hanya mengenakan rompi lusuh bekas tanpa helm safety, tanpa sepatu safety, dan tanpa sarung tangan safety saat bekerja, padahal pekerjaan pengaspalan memiliki risiko tinggi terhadap panas dan kecelakaan kerja.


Padahal, sesuai Peraturan Menteri PUPR Nomor 10 Tahun 2021 tentang Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMK3), setiap perusahaan jasa konstruksi wajib menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap bagi seluruh pekerja, dan biaya K3 sudah termasuk dalam nilai kontrak.


Tanpa Pelaksana Lapangan Ber-SKA dan Tanpa Konsultan Pengawas


Temuan yang lebih serius, saat awak media berada di lokasi, tidak ditemukan adanya Pelaksana Lapangan bersertifikat SKA/SKT dari CV. Elang Putra Cakra Buana. Di lokasi hanya ada Romli selaku pengawas tukang yang mengatur pekerja.


Selain itu, Konsultan Pengawas pun tidak ada di lokasi. Bahkan, nama CV. Konsultan Pengawas juga tidak dicantumkan di dalam banner informasi proyek yang terpasang. Padahal, dalam setiap proyek konstruksi pemerintah, nama konsultan pengawas wajib dicantumkan sebagai bentuk transparansi dan keterbukaan informasi publik sesuai UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.


Kondisi tanpa pelaksana ber-SKA dan tanpa konsultan pengawas ini menimbulkan pertanyaan besar, siapa yang mengawasi mutu dan kualitas pekerjaan rekonstruksi jalan senilai Rp1,1 Miliar tersebut?


Tanggapan Kepala Tiyuh Bandar Dewa


Menyikapi temuan di lapangan tersebut, awak media kemudian meminta tanggapan kepada Kepala Tiyuh Bandar Dewa, H. Anwar, selaku pemimpin wilayah tempat proyek tersebut dikerjakan.


Kepada awak media, H. Anwar mewakili masyarakat menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah membangun jalan di wilayahnya. Ia berharap agar pembangunan jalan tersebut dapat dilaksanakan sebaik mungkin supaya hasilnya awet dan dapat dinikmati masyarakat dalam jangka waktu yang lama.


"Tanggapan kami selaku Kepala Tiyuh Bandar Dewa. Kami mewakili masyarakat mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah membangun jalan lingkungan Tiyuh Bandar Dewa kami. Kami berharap agar kiranya pembangunan jalan tersebut dapat dilaksanakan sebaik mungkin supaya nanti nya dapat lebih awet dan lama masyarakat menikmati jalan tersebut," ujar H. Anwar kepada awak media, Minggu (25/10/2026).


Redaksi Telah Berupaya Hubungi Kontraktor, Belum Ada Tanggapan


Sementara itu, redaksi Media Panglima telah berupaya menghubungi pihak CV. Elang Putra Cakra Buana untuk meminta klarifikasi dan hak jawab terkait temuan di lapangan, baik melalui konfirmasi langsung di lokasi pekerjaan maupun melalui pesan WhatsApp/Telepon. Namun, hingga berita ini diterbitkan, pihak CV. Elang Putra Cakra Buana belum memberikan tanggapan.


Media Panglima akan terus mengawal proyek ini dan membuka ruang hak jawab seluas-luasnya bagi pihak CV. Elang Putra Cakra Buana dan Dinas PUPR Kabupaten Tulang Bawang Barat untuk memberikan klarifikasi.


[Tim - Media Panglima]


Catatan Redaksi:

Berita ini disusun berdasarkan papan proyek yang terpasang di lokasi, keterangan Romli selaku pengawas tukang, keterangan pekerja tabur aspal, tanggapan Kepala Tiyuh Bandar Dewa H. Anwar, serta dokumentasi foto dan video langsung di lokasi pada Jumat (23/10/2026).

×
Berita Terbaru Update