Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Apresiasi Polres Ungkap Penimbun BBM, Ketua DPC Gerindra Tubaba Minta SPBU Sumber BBM dan 8 Barcode Juga Diungkap

Minggu, 11 Oktober 2026 | Minggu, Oktober 11, 2026 WIB Last Updated 2026-10-11T12:44:56Z


TULANG BAWANG BARAT, Media Panglima – Ketua DPC Partai Gerindra Tulang Bawang Barat yang juga Ketua Komisi I DPRD Tubaba, Yantoni, mengapresiasi kinerja Satreskrim Polres Tulang Bawang Barat yang berhasil mengungkap penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis Pertalite sebanyak 295 liter.


Namun demikian, ia juga memberikan catatan kritis agar pengungkapan kasus tersebut dilakukan secara menyeluruh dan transparan kepada publik.


Menurut Yantoni, ada satu informasi penting yang belum dijelaskan, yakni dari SPBU mana BBM bersubsidi dengan barang bukti 12 jerigen dan 8 lembar barcode Pertalite itu diperoleh tersangka.


"Kita tentu mengapresiasi kerja Polres Tubaba yang sudah mengungkap kasus ini. Tapi pihak Polres juga harus menjelaskan di mana SPBU tempat tersangka mengecor BBM, karena dalam pemberitaan sebelumnya tidak disebutkan," ujar Yantoni, Sabtu (10/10/2026).


Ia mempertanyakan mekanisme pengawasan di SPBU. Sesuai regulasi Pertamina, satu barcode hanya berlaku untuk satu nomor polisi kendaraan dan ada batas maksimal pembelian harian.


"Kalau satu barcode harus sesuai dengan nomor polisinya, apakah mungkin 8 barcode bisa lolos untuk mendapatkan BBM? Penindakannya harus menyeluruh, jangan sampai ada yang merasa dikriminalisasi," tegasnya.


Yantoni menilai mustahil praktik pengecoran dilakukan seorang diri tanpa adanya pihak lain yang membantu.


"Kita beli di SPBU pasti petugas melihat nomor polisi dan ada batas maksimal. Kalau nomor polisinya tidak cocok pasti tidak bisa dilayani. Apa mungkin bapak itu punya 8 kendaraan? Untuk apa dia jual BBM lagi? Kesimpulannya ada pihak lain yang membantu dengan meniadakan tanggung jawab. Ini yang harus diungkap," katanya.


Ia menegaskan penegakan hukum harus adil dan berorientasi pada keadilan sosial sesuai Sila ke-5 Pancasila.


"Tidak berat kok mengungkapnya, karena semua lembaga dalam menjalankan tugas dipandu oleh perundang-undangan. Tergantung kita serius atau tidak, mau atau tidak demi tegaknya Sila ke-5 Pancasila," ucapnya.


"Jujur saja, kita warga Tubaba merasakan apa yang terjadi di lapangan. Mudah-mudahan pimpinan Polres Tubaba bisa berbuat lebih jauh. Kita menyampaikan ini bukan karena bangga setiap hari warga ditangkap, justru sebaliknya. Kalau sedikit yang tertangkap karena pencegahannya berhasil, itu yang kita harapkan," tambahnya.


Yantoni berharap ke depan Polres Tubaba menyampaikan informasi yang lebih lengkap dan detail kepada publik.


"Kita minta ada pemberitaan yang lengkap. Jangan hanya soal penyalahgunaan BBM saja, tapi BBM hasil ngecor itu didapatkan dari SPBU mana? Itu yang belum disebutkan dan perlu dijelaskan," pungkasnya. [Red]

×
Berita Terbaru Update