GORONTALO, Media Panglima - Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Gubernur Gorontalo Dr. Ir. H. Gusnar Ismail, MM. saling bertukar cendera mata dalam rangkaian Pekan Nasional PENAS 2026. Acara berlangsung Rabu 24 Juni 2026 di Komplek Trans Continent, Kabupaten Gorontalo.
Cendera mata dari Gubernur Aceh diserahkan Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP, MP. Sementara cendera mata dari Gubernur Gorontalo diserahkan Sekretaris Daerah Sofyan Ibrahim.
Penyerahan disaksikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Gorontalo Dr. Ir. Muljady D. Mario, serta CEO Trans Continent Dr. Ismail Rasyid, SE, MMTr., beserta keluarga dan staf. Turut hadir Kepala Dinas Pertanian Aceh Utara Erwandi, S.P., M.Si, beberapa kepala bidang, dan perwakilan Dinas Pangan Kabupaten Nagan Raya.
Azanuddin Kurnia menjelaskan kunjungan ke Komplek Trans Continent bagian dari agenda PENAS untuk mempererat silaturahmi dan berdiskusi pengembangan sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan. Kunjungan atas undangan CEO Trans Continent Ismail Rasyid yang juga mengundang Gubernur Gorontalo beserta jajaran Pemprov Gorontalo.
Dalam kesempatan itu, Ismail Rasyid menyampaikan perusahaannya baru 2 tahun beroperasi di Gorontalo dan berkembang berkat dukungan Pemprov Gorontalo, Bea Cukai, Badan Karantina, serta pihak terkait. Perusahaan bergerak di bidang multimoda transportasi, logistik, dan rantai pasok global.
"Kawasan seluas 20 hektare ini juga kami kembangkan untuk penggemukan sapi, budidaya kelapa, tanaman pangan, dan hortikultura. Kami membuka peluang kerja sama bagi pengusaha lokal," ujarnya.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menegaskan Pemprov Gorontalo akan terus mendukung investasi dan usaha yang sejalan dengan program pemerintah serta memberi manfaat bagi masyarakat.
"Kolaborasi kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat jadi kunci pembangunan daerah. Saya apresiasi suksesnya PENAS yang dihadiri Wakil Presiden dan Presiden RI," kata Gusnar.
Gusnar juga menitipkan salam hangat untuk Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem, dan berharap dapat bertemu kembali.
Azanuddin menambahkan, Gubernur Aceh berhalangan hadir karena agenda lain. Namun beliau menitipkan salam untuk Gubernur Gorontalo, peserta PENAS, dan masyarakat Gorontalo.
"Kunjungan ke Trans Continent memberi wawasan baru bagi kontingen Aceh, terutama konsep kawasan terpadu berstatus kawasan berikat. Kami harap gagasan Pak Ismail Rasyid yang pernah dirintis di Aceh bisa dilanjutkan dan dikembangkan untuk kemajuan bersama," ungkapnya.
Kunjungan ini menjadi momentum mempererat hubungan Aceh-Gorontalo sekaligus membuka peluang kerja sama di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan logistik berorientasi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
