Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Ir. Novriwan Jaya Paparkan Program Prioritas 2026, Dorong Kolaborasi dan Penguatan Ekonomi Rakyat

Senin, 13 April 2026 | Senin, April 13, 2026 WIB Last Updated 2026-04-13T11:40:55Z


MP Tubaba — Bupati Tulang Bawang Barat, Ir. Novriwan Jaya, S.P., memaparkan arah kebijakan serta program unggulan dan prioritas pembangunan daerah tahun 2026 dalam kegiatan sosialisasi dan dialog interaktif yang digelar di Ruang Rapat Bupati. Senin (13/04/2026).


Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan persepsi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah, organisasi kemasyarakatan, hingga tokoh agama, dalam memperkuat sinergi pembangunan di Kabupaten Tubaba.


Dalam pemaparannya, Bupati menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.


“Program pemerintah harus selaras dari pusat hingga daerah. Kunci utamanya adalah kolaborasi, sehingga semua pihak bergerak dalam satu arah dan tujuan,” tegasnya.


Bupati menempatkan sektor kesehatan sebagai prioritas utama melalui program Tubaba Q Sehat. Ia menekankan bahwa masyarakat yang sehat merupakan fondasi dasar bagi peningkatan produktivitas dan kemajuan daerah.


Pemerintah menargetkan minimal 50 persen masyarakat memiliki kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai penyakit.


Selain kesehatan, sektor pendidikan menjadi prioritas kedua melalui program Tubaba Q Cerdas. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter generasi muda.


Bupati menekankan lima pilar utama dalam pendidikan karakter, yaitu:


• Cinta kepada Tuhan

• Disiplin

• Sopan santun

• Kerja sama

• Cinta tanah air dan lingkungan


Melalui program ini, Pemkab Tubaba menargetkan terciptanya generasi yang unggul, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.


Di sektor ekonomi, Pemkab Tubaba fokus pada pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal, khususnya peternakan yang dinilai sebagai keunggulan daerah.


Tubaba disebut telah mampu berkontribusi dalam penyediaan kebutuhan daging, termasuk untuk mendukung program nasional. Untuk memperkuat hal tersebut, pemerintah juga mengoptimalkan program KUR Super Mikro sebagai akses permodalan bagi masyarakat.


Program ini memberikan pinjaman tanpa agunan dengan bunga rendah, sehingga diharapkan mampu mendorong tumbuhnya usaha produktif dan meningkatkan perputaran ekonomi di tingkat desa.


Selain kesehatan dan ekonomi, sektor lingkungan juga menjadi perhatian serius melalui program Bank Sampah Bergerak yang telah terbentuk di seluruh tiyuh, dengan sebagian besar telah aktif beroperasi.


Program ini tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Gerakan budaya bersih juga diterapkan di sekolah, puskesmas, dan perkantoran sebagai bagian dari pembentukan karakter disiplin dan peduli lingkungan.


Pendekatan inovatif turut dilakukan melalui kegiatan keagamaan, seperti mengajak masyarakat membawa sampah plastik saat pengajian sebagai bentuk sedekah, yang terbukti efektif mengubah pola pikir masyarakat.


Meski infrastruktur tetap menjadi kebutuhan penting, Bupati menegaskan bahwa pembangunannya dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan skala prioritas dan kemampuan keuangan daerah.


Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur tidak secara otomatis meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa didukung oleh sektor kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan yang kuat.


Dalam sesi dialog interaktif, Ketua Persatuan Nelayan Tubaba, Andika, menyampaikan dukungannya terhadap program pembangunan yang dipaparkan.


Ia mengakui bahwa masyarakat masih cenderung menilai pembangunan dari sisi infrastruktur karena dampaknya yang langsung terlihat. Namun, menurutnya, pemahaman tersebut dapat berubah melalui edukasi yang tepat.


“Masyarakat memang banyak bicara infrastruktur karena itu yang mereka lihat. Tapi ketika kita jelaskan kondisi perekonomian dan arah kebijakan pemerintah, mereka bisa memahami,” ujarnya.


Andika juga mengapresiasi kehadiran pemerintah dalam merespons kebutuhan masyarakat, khususnya dalam penanganan kesehatan.


Ia menegaskan bahwa pembangunan harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata.


“Infrastruktur memang penting, tetapi kalau pendidikan, kesehatan, dan lingkungan kita abaikan, kita tidak akan maju,” tegasnya.


Di sisi lain, ia juga menyoroti kendala akses permodalan yang masih dihadapi sebagian masyarakat akibat riwayat kredit, sehingga menyulitkan dalam pengajuan pinjaman usaha.


Meski demikian, ia tetap optimistis bahwa dengan proses, waktu, dan kerja sama semua pihak, program pembangunan akan berjalan optimal.


“Saya yakin, dengan kerja sama dan keikhlasan, apa yang kita jalankan ini akan berhasil,” tutupnya.


Melalui kegiatan ini, seluruh elemen masyarakat diajak untuk tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga berperan aktif sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing.


Pemerintah Kabupaten Tubaba optimistis, dengan kolaborasi yang kuat dan kesamaan visi, pembangunan daerah akan berjalan lebih efektif dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.


“Tujuan kita satu, yaitu memajukan Tubaba dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutup Bupati.

×
Berita Terbaru Update